Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Fraksi Golkar DPRD Tabanan Ingatkan Janji Politik Jaya Wira di Bidang Pertanian
  Administrator   01 Maret 2022
Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan, I Made Asta Darma. (Photo: ist/baliexpress)

kabargolkar.com, TABANAN - Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan mengingatkan lagi janji politik kepemimpinan Bupati Tabanan dan Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya dan I Made Edi Wirawan, pada bidang pertanian. Salah satunya mengembalikan Kabupaten Tabanan sebagai daerah lumbuh pangannya Bali.

Seperti disampaikan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Tabanan I Made Asta Darma pada Senin (28/2) saat disinggung soal satu tahun kepemimpinan pasangan bupati dan wakil bupati Jaya-Wira.

Menurutnya, secara umum beberapa sektor atau bidang telah berjalan seperti capaian yang telah dipaparkan dalam pidato satu tahun kepemimpinan Jaya Wira yang jatuh tepat pada Sabtu (26/2) lalu. Bahkan program itu berjalan di tengah kondisi pandemic Covid-19 yang sampai sejauh ini belum reda.

“Perbaikan jalan rusak luar biasa pencapaiannya. Meskipun (anggarannya) dengan pinjaman. Apalagi jalan-jalan di desa bagus. Tentu ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi,” sebutnya.

Namun, pihaknya tetap mengingatkan lagi soal janji politik Jaya Wira, terkait upaya mengembalikan Tabanan sebagai lumbungan pangan Bali, yang pastinya berkaitan dengan sektor pertanian.

Menurut Asta Darma, masih ada pekerjaan rumah Jaya Wira yang mesti dijalankan pada sektor yang satu ini. Sejumlah isu krusial pada sektor pertanian juga harus disikapi secara serius. Seperti alih fungsi lahan, irigasi, hingga pupuk dan bibit. “Sehingga mengembalikan Tabanan sebagai lumbung pangan Bali itu tidak sekadar jadi jargon politik semata,” katanya.

Alih fungsi, kata dia, saat ini masih terjadi. Karena di saat yang sama, pembebasan lahan masih terjadi. Padahal, mempertahankan ruang terbuka hijau, persawahan, masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“Di RPJMD mengembalikan lumbung pangan Bali. Tetapi di sisi lain, pembebasan lahan hijau masih terjadi. Apakah ini tidak bertolak belakang. Jangan dulu bicara cetak sawah, pertahankan (lahan) yang sudah ada saja,” pungkasnya.

Dia menambahkan, alif fungsi lahan ini juga sangat berkaitan dengan kelancaran irigasi. Semisal yang sempat terjadi di areal subak di kawasan Desa Megati, Kecamatan Selemadeg Timur. Saat ini kondisinya tertolong dengan adanya program pembangunan pompa Hydram yang dipelopori Kodam IX/Udayana.

“Kemarin itu Pangdam buat pompa hydram di sana. Dan terbukti membantu pengairan sawah. Harusnya Pemda mengikutinya. Tinggal meng-copy paste di daerah lainnya di Tabanan. Kenapa itu tidak ditiru,” sambungnya.

Belum lagi, sambung dia, dari sisi pemasaran pasca panen agar harga yang ada nantinya tetap berpihak kepada kesejahteraan petani. Pihaknya menyarankan untuk mengintensifkan pembangunan penyosohan gabah. Daripada membuat pabrik pengolahan porang yang saat ini belum tentu jelas pemasarannya.

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.