"Dalam rangka mengawal itu, SOKSI memandang perlunya kematangan berpolitik (political maturity) dan kenegarawanan serta integritas, sehingga terhindar dari suatu proses politik nasional yang justru dapat merugikan bangsa negara kedepan serta berpotensi mencederai track record Pak Jokowi sendiri," ucap Ali Wongso.
"Karena itu dalam konteks menindak lanjuti aspirasi perpanjangan masa jabatan Presiden, menurut kami hanya ada satu jalan demokratis dan konstitusional yang dapat ditempuh namun harus dengan ekstra kehati-hatian yaitu dengan cara mengamandemen batasan 2 periode menjadi 3 periode masa jabatan yang sama dalam Pasal 7 UUD 1945 oleh fraksi-fraksi MPR melalui Sidang Umum MPR untuk itu," tambahnya.
Sementara itu, kata Ali Wongso, untuk menuju amandemen konstitusi itu sangat diperlukan pemetaan signifikansi aspirasi rakyat atau masyarakat sipil (civil society) yang menghendaki Pak Jokowi kembali menjabat Presiden untuk periode ketiga dan adanya kepastian Koalisi Parpol yang akan mengusung kembali dalam Pemilu 2024 serta kesediaan Pak Jokowi untuk itu.
Hanya dengan demikian, proses politik amademen konstitusi itu akan baik dan tidak akan berpotensi kontra produktif yang merugikan bangsa negara kedepan serta tidak mencederai prestasi Presiden Jokowi, kata mantan Ketua DPP Partai Golkar tiga Periode itu.
Terkait adanya berita media akhir-akhir ini,
tentang usulan Penundaan Pemilu 2024 oleh Partai Golkar, politisi senior Partai Golkar itu telah mendengar rekaman dialog para petani sawit Samade Riau dengan Menko Perekonomian yang juga Ketum Partai Golkar Pak Airlangga di Kandis Riau pada 24 Februari 2022 lalu.
"Dari rekaman dialog itu, Pak Airlangga hanya menyatakan sebatas menampung dan akan membicarakan aspirasi yang disampaikan para petani sawit itu dengan para pimpinan parpol," kata ia.
Jadi, tegas Ali Wongso, pernyataan Ketum Partai Golkar itu normatif saja, sebagaimana mestinya tugas setiap Parpol sesuai UU Parpol untuk menampung, menyerap, menyalurkan aspirasi rakyat yang tentunya sesuai peraturan dalam konstitusi dan hukum, dan SOKSI mengapresiasi Ketum Partai Golkar Pak Airlangga yang telah merespons aspirasi warga petani sawit itu secara benar dan proporsional.
"Bagi SOKSI selaku salahsatu pendiri Golkar, bahwa sejak berdiri Partai Golkar itu adalah Partai Politik Karya Kekaryaan yang mesti hadir ditengah rakyat dengan komitmen menjunjung tinggi Demokrasi, Konstitusi dan Hukum dalam perjuangan membangun kesejateraan rakyat yang berkeadilan dan berkemakmuran didalam NKRI berdasarkan Pancasila," tegasnya.
"SOKSI menaruh kepercayaan penuh kepada Ketua Umum Airlangga Hartarto menjalankan kepemimpinan Partai Golkar dengan konsisten dan efektif sekaligus SOKSI sejak 2019 komit mendukungnya sebagai Capres Partai Golkar dalam Pemilu 2024 sesuai Keputusan Munas Partai Golkar 2019 dan Rapimnas SOKSI Tahun 2021 serta konstitusi yang ada," tegas Wakil Ketua Dewan Pakar Partai Golkar itu.