Wacanaonline.com - Partai politik sudah melakukan berbagai persiapan menjelang Pemilu 2024 termasuk mendeklarasikan calon pasangan presiden dan wakil presiden. Saat ini sudah ada dua nama calon presiden yang resmi diusung partai politik yaitu Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo.
Akademisi sekaligus pengamat politik, Rocky Gerung turut mengomentari tiga sosok yang akan memimpin Indonesia.
"Anies enggak punya apa-apa, kesalahan Anies adalah mendahulukan partai ketimbang relawan padahal Anies dibesarkan oleh relawan lalu diculik oleh partai lalu dideklarasikan oleh suasana, pertanda Anies dari awal tidak memiliki rencana matang untuk memunculkan diri sebagai leader. Kalau dia punya rencana matang harusnya bisa itung, kalau macet bisa hitung dong," ujar Rocky Gerung dalam diskusi Gelora Talks #89 secara virtual, Rabu (3/5).
Rocky menilai sosok Ganjar sudah dianggap goyah. Sebab, kini ada dua Ganjar. Yakni, Ganjar Jokowi dan Ganjar-Megawati.
"Ganjar sudah dianggap goyah. Kalau Ganjar leader, dia bakal bilang saya dicalonkan oleh komunitas presiden, komunitas PDIP. Tapi sekarang pecah tuh, ada 2 Ganjar. Ganjar Jokowi, ada Ganjar Megawati. Jadi, Ganjar itu ada avatarnya lalu nanti Ganjar ada 3, 4," sambungnya.
Selain menilai Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, Rocky juga menilai Prabowo Subianto yang seringkali dibicarakan akan mencalonkan diri sebagai presiden.
"Jadi yang stabil itu Prabowo dari segi apapun. Dia udah punya tiket 20 persen itu. Dia punya kader, organisasi," kata Rocky Gerung.
Selain itu, Rocky juga turut mengomentari kondisi koalisi partai politik di Indonesia saat ini.
"Di dalam political philosophy koalisi itu mendikte keadaan, sekarang yang terjadi kebalik. Keadaan mendikte koalisi karena itu koalisi berpindah-pindah," ujar Rocky Gerung.
"Dari awal koalisi ini adalah barang busuk di dalam demokrasi di Indonesia, di tempat lain enggak ada. Koalisi dari awal itu fikx dan mereka tuntun itu secara konsisten dan koheren untuk menghasilkan keputusan. Kalau di sini koalisi ini menunggu sinyal dari seseorang yang bukan anggota koalisi," sambungnya.