Wacanaonline.com - Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan mengungkap, bahwa Calon Presiden (Capres) Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 mendatang dari partainya akan terlihat bulan depan.
Hal itu disampaikan olehnya saat berkunjung ke Pondok Pesantren Cipasung Tasikmalaya.
“Bulan depan akan terlihat ya, pokoknya kita akan berkoalisi dengan partai politik pendukung pemerintah,” tegas Zulkifli.
“Koalisi ini, pada bulan Agustus mendatang, sudah mengerucut pokoknya,” lanjutnya.
Terpisah, Kader PAN, Budi Mahmud Saputera mengungkap, bahwa arus bawah di partainya mendorong sang Ketua Umum PAN, yakni Zulkifli Hasan untuk diusung sebagai Capres maupun Calon Wakil Presiden (Cawapres) pada Pemilu 2025 mendatang.
“Sosok Bang Zul (saapan akrab Zulkifli Hasan) dinilai layak, karena telah menyelami berbagai jabatan. Mulai Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR), Menteri Kehutanan, hingga Menteri Perdagangan. Maka ini mempunyai kemampuan yang mumpuni dalam menata negara,” jelas Budi.
Ia juga mengklaim, bahwa dukungan masyarakat di Dapil 15 Jawa Barat (Kota dan Kabupaten Tasikmalaya), cukup antusias mendukung PAN, terutama para kader yang didukung oleh para alim ulama.
“Banyak juga sekarang yang ingin mengapresiasi PAN seperti masa lalu,” lengkap Budi.
Terkait Capres dan Cawapres, pihaknya mengaku saat ini masih menunggu arahan dari Ketua Umum PAN Zulkifli .
“Terutama, Bang Zul masih memilih dan memilah, melihat perkembangan dari daerah ke daerah. Intinya, pasca Bang Zul menentukan, mungkin semua partai akan bersikap. Ke arah mana kira-kira akan kami laksanakan atau kami ekspos, supaya lebih tepat sesuai dengan harapan dari Ketua Umum PAN,” tutur Budi.
Meski begitu, ia juga menambahkan, bahwa masyarakat arus bawah pendukung PAN berharap Zulkifli Hasan maju sebagai Capres pada Pemilu 2024 mendatang.
“Kami berharap, Bapak Ketua Umum PAN untuk maju. Biar enggak tanggung untuk berjuang sesuai harapan dari kami arus bawah. Apalagi kader berharap Bapak Ketum PAN ikut terpilih, baik di Calon Presiden atau Wakil Presiden,” pungkasnya.
Seperti yang diketahui PAN bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) bersama Golkar dan PPP. Apabila PAN mengusung Capres di luar koalisi lantas bagaimana nasib KIB? Seperti yang diketahui, Partai Golkar masih belum menentukan sikap politik yang diambil.