Wacanaonline.com, Jakarta -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian memberikan apresiasi atas kelancaran pelaksanaan Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2024. Ia menyatakan rasa syukurnya atas keberhasilan dua ajang demokrasi ini yang berjalan dengan baik, menciptakan kepercayaan bagi pelaku usaha untuk meningkatkan investasi di Indonesia.
"Meskipun sekarang masih dalam tahap penghitungan suara, kita terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa agar proses pilkada serentak pertama dalam sejarah bangsa ini dapat berlangsung aman, damai, dan tenang," ujar Tito dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Tito menekankan pentingnya transisi kepemimpinan yang baik demi menjaga stabilitas pemerintahan dan kelancaran pembangunan. Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu, saling merangkul, dan bersama-sama membangun bangsa.
Sebagai perbandingan, Tito menyoroti bagaimana konflik pemilu di beberapa negara telah menyebabkan dampak buruk pada pertumbuhan ekonomi, termasuk meningkatnya inflasi. Menurutnya, situasi yang damai di Indonesia sangat penting bagi keberlanjutan pembangunan dan kegiatan usaha.
"Siapa pun yang menang, kita harus pastikan semua berjalan aman dan damai. Ini tidak hanya untuk kepentingan bangsa dan daerah, tetapi juga untuk dunia usaha. Jika suasana stabil, pembangunan bisa berjalan, program pemerintah maupun swasta dapat terus hidup," jelas Tito.
Dalam forum tersebut, Tito juga menekankan pentingnya peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) sebagai salah satu kunci pembangunan bangsa. Menurutnya, Indonesia memiliki potensi besar, baik dari sisi SDM, sumber daya alam (SDA), hingga keuntungan dari iklim tropis yang menciptakan peluang ekonomi.
Potensi ini, menurut Tito, harus dioptimalkan melalui hilirisasi, yaitu dengan mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Ia menegaskan bahwa teknologi modern dapat diterapkan untuk memaksimalkan manfaat dari SDA tersebut, yang tidak hanya meningkatkan ekonomi tetapi juga membuka lapangan kerja baru.
"Kunci utamanya adalah hilirisasi. Kita tidak boleh hanya mengandalkan ekspor bahan mentah, tetapi harus fokus pada produksi turunannya," pungkas Tito. (rif)