Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Presiden Prabowo Tunjuk Bahlil Lahadalia Pimpin Satgas Hilirisasi untuk Dorong Investasi
  Han   05 Desember 2024
Bahlil Lahadalia

Wacanaonline.com, Jakarta -- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, sebagai Ketua Satuan Tugas (Satgas) Hilirisasi. Penunjukan ini bertujuan mempercepat proses hilirisasi di berbagai sektor strategis, terutama energi, guna meningkatkan nilai tambah dan mendorong investasi di dalam negeri.

"Secara kebetulan, kemarin dalam rapat, presiden memutuskan membentuk satgas, dan yang ditunjuk sebagai Ketua Satgas adalah Menteri ESDM," ungkap Bahlil dalam sambutannya di Indonesia Mining Summit 2024 yang berlangsung di Jakarta, Rabu (4/12).

Bahlil menjelaskan, pembentukan Satgas Hilirisasi ini bertujuan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif. Salah satu langkah utamanya adalah mempercepat proses perizinan yang selama ini dianggap lamban. "Kita sedang merancang berbagai regulasi yang membuat iklim investasi semakin baik. Hilirisasi adalah kunci untuk menciptakan nilai tambah, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan membuka lapangan pekerjaan baru," ujarnya.

Bahlil juga menegaskan bahwa penunjukannya sebagai Ketua Satgas didasari pada fakta bahwa mayoritas produk hilirisasi saat ini berada di sektor energi. "Sektor pertambangan, perikanan, pertanian, mineral, batu bara, dan gas semuanya penting. Namun, 91 persen dari produk hilirisasi berada di bawah ESDM, sehingga dibentuklah Satgas Hilirisasi ini agar proses perizinan lebih cepat," jelasnya.

Satgas Hilirisasi ini akan melibatkan berbagai kementerian teknis, seperti Kementerian Kehutanan, Kementerian Perikanan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Perindustrian. Dengan kolaborasi ini, Bahlil optimis proses hilirisasi dapat berjalan lebih efektif. "Kalau kerja sendiri-sendiri, proses izinnya bisa lama. Presiden ingin semuanya cepat, maka kita membuat satgas," tambahnya.

Langkah percepatan hilirisasi ini juga didukung oleh Kementerian Investasi dan BKPM, yang menargetkan hilirisasi untuk 28 komoditas strategis, termasuk di sektor pertambangan, migas, kelautan, dan perkebunan. Potensi nilai investasi dari program ini diperkirakan mencapai US$ 618 miliar hingga 2040, dengan peluang penciptaan lapangan kerja baru mencapai lebih dari tiga juta tenaga kerja.

Staf Ahli Bidang Pemerataan dan Kemitraan Usaha Penanaman Modal Kementerian Investasi, Andi Maulana, menjelaskan bahwa BKPM akan memprioritaskan hilirisasi untuk 5-6 komoditas utama dalam waktu dekat. "Kami fokus pada komoditas yang cadangannya besar dan memiliki daya saing tinggi," ungkap Andi dalam Sarasehan 100 Ekonom Indonesia yang digelar bersama INDEF dan CNBC Indonesia.

Dengan pembentukan Satgas Hilirisasi ini, pemerintah berharap proses transformasi ekonomi melalui hilirisasi dapat berjalan lebih cepat dan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian Indonesia.

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.