Ahmad Doli Kurnia Tanjung: "Demokrasi Indonesia Harus Berbasis Budaya dan Bebas Politik Biaya Tinggi
Jakarta, 17 Januari 2025 – Wakil Ketua Badan Legislasi (Baleg) DPR RI, Ahmad Doli Kurnia Tanjung, menyampaikan pandangannya dalam Diskusi Nasional yang diselenggarakan oleh PPK Kosgoro 1957 di Graha DPP Partai GOLKAR, Jumat (17/1). Dalam diskusi tersebut, Doli menegaskan pentingnya menjaga demokrasi Indonesia agar tetap berbasis pada nilai budaya lokal dan bebas dari politik biaya tinggi.
Menurut Doli, salah satu opsi untuk meningkatkan kualitas demokrasi adalah memungkinkan pilkada dipilih melalui DPRD, namun dengan tetap berada dalam koridor hikmat kebijaksanaan. "Hal ini harus dilakukan tanpa ada politik biaya tinggi, karena potensi moral hazard masih cukup besar. Sistem pemilu tidak bisa berdiri sendiri, tetapi harus menjadi satu kesatuan yang utuh," ujar Doli.
Ia juga menyoroti keunikan demokrasi berbasis budaya di Indonesia, seperti sistem pemilihan dengan noken di Papua yang harus tetap dilestarikan. Begitu pula dengan tradisi guyub para kiai di Madura dalam menentukan perwakilan mereka. Menurutnya, demokrasi Indonesia tidak boleh hanya mengikuti pola negara lain, tetapi harus mengedepankan kekhasan lokal yang sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa.
"Indonesia harus memiliki kekhususan dalam demokrasi dan sistem pemilu yang mencerminkan identitas bangsa. Demokrasi bukan sekadar sistem, tetapi juga cerminan nilai dan budaya lokal yang harus dijaga dan dilestarikan," tegasnya.
Diskusi Nasional ini menjadi ajang penting untuk merumuskan langkah-langkah strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia, sekaligus mengingatkan pentingnya pengaturan sistem pemilu agar tidak menjadi beban berat bagi bangsa.