Berdaulat secara Ekonomi merupakan kunci Gagasan Besar Hilirisasi yang selalu digaungkan oleh Bahlil Lahadalia. Inilah yang membuat resah para Oligarki yang sejak lama menguasai bisnis pertambangan di Indonesia.
Saat menjabat Menteri Investasi/Kepala BKPM RI, Bahlil mencabut 2.078 izin tambang bermasalah, melakukan pengetatan aturan ekspor mineral yang mengusik oligarki tambang, serta membatalkan proyek smelter fiktif senilai Rp300 triliun. Inilah langkah serius Menteri Bahlil dalam membangun Iklim Positif dengan semangat Hilirisasi.
Polemik tambang nikel Pulau Gag, Raja Ampat, adalah drama politik berbalut isu lingkungan. Menyerang Bahlil yang justru berusaha mengoreksi warisan masalah 27 tahun adalah tindakan "ahistoris". Presiden Prabowo memerlukan figur seperti Bahlil, sosok yang tegas terhadap korporasi nakal, namun peka terhadap kebutuhan riil masyarakat.
Saya yakini bahwa Presiden Prabowo dan Seluruh Rakyat Indonesia membutuhkan lebih banyak Bahlil Lahadalia sebagai menteri yang berani bertanggung jawab meski kebijakan tersebut tidak lahir dari tangan Dinginnya. Fitnah dan Cacian seakan menjadi Krikil tajam dalam perjalanan perjuangan Sang Menteri ESDM, tapi langkah dan Keringatmu akan membasuh air mata Masyarakat Raja Ampat, Papua Barat Daya. Teruslah tersenyum Pak Menteri Bahlil kami akan selalu mendukung setiap langkahmu.
_Penulis : Andi Hendra Paletteri_