Wakil Ketua Umum Partai Golkar dan Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Keamanan dan Pertahanan KADIN Indonesia ini menambahkan, kendaraan tenaga hidrogen (hydrogen fuel cell vehicle) juga menjadi jawaban untuk menghadirkan kendaraan listrik masa depan yang ramah lingkungan. Karena menggunakan reaksi kimia hasil konversi gas hidrogen dan oksigen untuk menghasilkan energi listrik yang berfungsi menggerakan roda kendaraan. Tidak menghasilkan polusi gas buang, serta tidak menggunakan baterai yang memakai komponen lithium.
"IMI bersama KATECH juga melihat potensi pengembangan power bank berukuran compact yang tidak terlalu besar, sehingga mudah disimpan di dalam kendaraan dan bisa dibawa kemanapun untuk pengisian baterai kendaraan listrik di saat darurat, sangat besar potensinya untuk dikembangkan dan dipasarkan di Indonesia. Sekaligus menjadi solusi atas permasalahan baterai lemah (low battery) yang selama ini dikhawatirkan para pecinta kendaraan listrik, ditengah belum banyaknya kehadiran Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di berbagai daerah. Sehingga para pecinta kendaraan listrik tak perlu lagi khawatir membawa kendaraan listriknya untuk menempuh jarak jauh," pungkas Bamsoet.