Oleh: Tayeb Demara
Kabargolkar.com - Isu nasional akar rumput selama ini seolah masyarakat luas kita terbelah dua, akibat wacana Pemilihan Presiden (pilpres) yang lalu. Seolah ada kelompok ekstrim kanan tudingan terhadap beberapa tokoh agama yang dianggap radikal dan ada ekstrim kiri yang di tengarai komunis.
Beberapa kali saya di Jakarta pernah diskusi dengan orang orang yang juga membahas persoalan ini, tetap saja saya membawa kader dan atribut partai Golkar sebagai haluan politik saya. Sebisa saya jelaskan, bagi kami partai Golkar platformnya tetap konsen dengan asas nasionalis, berdiri di tengah tidak kekanan tidak pula ke kiri.
Golkar adalah profil partai pengimbang sektarian, di mana negara secara politis harus ada yang menjaga kestabilannya. Internalnya pun semua kepentingan di akomodir, di tata secara sistematis dan proporsional sehingga tidak ada benturan satu sama lain sesama anak bangsa. Karena ruh ideologi berbangsa kita adalah Pancasila dan UUD 1945.
Indonesia bisa kembali pada Marwahnya bilamana tampuk kepemimpinan dan kebijakan kembali pada akar ideologinya di mana partai Golkar adalah satu satunya partai yang bukan secara teoritis berbicara Pancasilais tetapi dalam prakteknya memang sejalan.
Nah ke depan Golkar pun akan tampil secara full performa mencalonkan Ketua Umumnyanya, yaitu Ir. Airlangga Hartarto sebagai calon presiden. Suka tidak suka, mau tidak mau kalau mau negara kembali stabil cuma ini jalannya rakyat kembali ke jalan yang benar dengan kembali ber-Golkar secara hakiki.
Bukan hanya pilih calegnya tapi yang utama pilih dan bantu perjuangkan capresnya. Alhamdulillah selesai diskusi, audiens yang turut mendengar sepakat. Semoga dimanapun berada dan kapanpun kalau masih sempat ayo kita bangun paradigma masyarakat luas kita bagaimana kembali ber-Golkar.
Golkar hari ini bukan Golkar masa lalu. Golkar hari ini moderat dan secara personal Ketua Umumnyanya memang religius, berkualitas dan di dukung jutaan kader yang secara SDM mapan dan matang.
Setiap Ketua DPD seluruh Indonesia harus sudah ada laporan secara berkala, progres bagaimna tingkat penerimaan akar rumput dengan Ketua Umum Airlangga Hartarto Agar semua kader melahirkan terobosan baru dalam memperkenalkan ketum AH.
Tayeb Demara, Adalah Pengurus PPK KOSGORO 1957