kabargolkar.com, JAKARTA - Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco meminta agar calon gubernur DKI yang akan diusung Golkar di Pilgub DKI Jakarta tahun 2024 mendatang telah dipertimbangkan secara matang. Pasalnya, Golkar punya pengalaman mengusung calon namun kalah. Hal itu terindikasi karena pemilihan sosok calon yang diusung tanpa kajian yang komprehensif.
Ketua Fraksi Golkar DKI itu mengakui bahwa keputusan menentukan sosok yang akan diusung dalam Pilgub DKI Jakarta memang kewenangan DPP Partai Golkar. Namun, pertimbangan dalam memilih sosok sebagai calon gubernur dan calon wakil gubernur harus dipertimbangkan secara matang.
"Iya pasti lah semua nanti diputuskan DPP. Yang kita tidak mau adalah DPP menentukan itu sepihak, DPP menentukan itu tanpa pertimbangan yang matang, DPP menentukan tanpa ada kajian yang komprehensif," katanya kepada Akurat.co, Rabu (23/3/2022).
Dia mengatakan, pihaknya menginginkan agar penentuan calon yang akan diusung melalui proses yang matang. Sebab, Partai Golkar menargetkan kemenangan di Pilgub DKI mendatang. Pihaknya tidak ingin kekalahan Partai Golkar di Pilgub DKI tahun 2012 terulang kembali.
"Karena kami punya pengalaman buruk waktu Alex Noerdin tiba-tiba dibawah dari luar, masuk putaran kedua juga kagak, eh dipaksain. Padahal kita punya kader yang lebih populer waktu itu. Nah kayak begini- begini yang kita harapkan tidak terjadi," katanya.
Dia mengatakan, Partai Golkar mengidamkan kemenangan di Jakarta. Sebab, Partai Golkar merupakan partai besar yang harusnya punya kans besar untuk memenangkan kontestasi Pilgub DKI.
"Golkar ini kan merindukan kemenangan di DKI 25 tahun lamanya karena salah-salah menentukan pilihan, salah menentukan calon gubernur tidak berprinsip pada siapa yang paling punya peluang," katanya.