Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Gandung Pardiman mengatakan, bangsa Indonesia harus merasa bangga miliki sosok pemimpin seperti Presiden Soeharto.
Anggota Komisi VII DPR ini menegaskan, berkat tangan dingin almarhum Soeharto, komunis tidak bangkit kembali di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Tanpa Pak Harto Indonesia mungkin sudah menjadi negara komunis. Kita semua menyadari bahwa sampai sekarang ini komunis belumlah mati, tetapi pasang surut, ” ujar Gandung dalam sosialisasi empat pilar, MPR RI, Pancasila, UUD 45, NKRI serta Bhinneka Tunggal Ika di Graha Gandung Pardiman Center (GPC) Numpukan Karangtengah Imogiri Bantul, belum lama ini.
Gandung mengungkapkan, pihaknya prihatin dan sedih jika sekarang banyak orang menghujat Soeharto.
"Padahal waktu itu, Soehartolah yang telah membubarkan PKI pada 12 Maret 1966. Mulai dari tingkat pusat sampai daerah, organisasi yang berafiliasi PKI semua dibubarkan," katanya.
Oleh karena itu berdirinya Partai Golkar, kata Gandung, merupakan salah satu tujuan Soeharto membendung pengaruh komunis di Indonesia.
“Kita sebagai salah satu pendiri Partai Golkar, maka harus mempunyai sikap yang tegas. Bahwa kita anti komunis,” tegasnya.
Oleh karena itu, sebagai bentuk perlawanan salah satunya dengan digelar sosialisasi empat pilar agar semua kader Golkar tidak pernah surut menjaga pancasila.
Terkait pembentukan Ormas Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR), salah satu tujuan utama ialah membendung pengaruh komunis bersama-sama. Dengan dibentuknya organisasi tersebut agar komunis tidak semakin meraja lela di Indonesia. Gandung juga menegaskan pentingnya menumbuhkembangkan sikap kejujuran dalam kehidupan berbangsa bernegara.
“Jujur kepada orang tua dan jujur kepada bangsa dan negara ini. Banyak pemimpin tidak jujur pada negara,” tutupnya.