Sari Yuliati: Masalah Narkoba di NTB Adalah Alarm Serius yang Perlu Tindakan Cepat
WacanaOnline - Mataram, 21 Januari 2025 ,Masalah penyalahgunaan narkoba di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menjadi sorotan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Pusat Penelitian, Data, dan Informasi (Puslidatin) BNN RI, sebanyak 64.623 jiwa penduduk NTB yang berusia 15-64 tahun tercatat pernah menggunakan narkoba. Angka prevalensi ini hampir setara dengan rata-rata nasional, mencerminkan situasi yang sangat memprihatinkan.
Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Sari Yuliati, yang juga berasal dari Daerah Pemilihan (Dapil) II NTB, menyampaikan keprihatinannya atas laporan ini. “Data ini menunjukkan bahwa permasalahan narkoba di NTB bukan lagi isu kecil. Ini adalah alarm serius bagi kita semua, baik masyarakat maupun pemerintah daerah,” ujar Sari Yuliati.
Ia menyoroti pernyataan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) NTB, Brigadir Jenderal Polisi Marjuki, yang menggambarkan fenomena ini sebagai "gunung es". Artinya, angka yang terungkap hanyalah sebagian kecil dari masalah besar yang sebenarnya ada di masyarakat.
Sari Yuliati menegaskan perlunya sinergi semua pihak untuk mengatasi persoalan ini. “Komisi III DPR RI bersama BNN akan terus mendorong langkah strategis dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba. Namun, yang lebih penting adalah pendekatan berbasis masyarakat dan keluarga untuk menekan angka penyalahgunaan,” tambahnya.
Ia juga mendukung peningkatan edukasi di kalangan remaja dan keluarga sebagai salah satu langkah preventif. “Langkah awal yang harus kita ambil adalah memperkuat pondasi pendidikan moral dan pengetahuan tentang bahaya narkoba di tingkat masyarakat, terutama generasi muda yang menjadi target utama peredaran narkoba,” katanya.
Sari mengajak semua elemen, termasuk pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, dan keluarga, untuk bersatu menghadapi ancaman narkoba yang semakin nyata. “Kita tidak boleh lengah. Kejahatan narkoba harus kita lawan dengan komitmen bersama dan tindakan nyata,” tegasnya.
Dengan langkah yang terkoordinasi dan komitmen yang kuat, Sari optimis NTB dapat keluar dari bayang-bayang ancaman narkoba yang selama ini menjadi momok.