Jakarta, 20 April 2026 — Badan Sosialisasi MPR RI menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang berlangsung di Gedung Nusantara V, DPR RI, Jakarta. Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya memperkuat pemahaman nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut menghadirkan Wakil Ketua Badan Sosialisasi MPR RI, Agun Gunandjar Sudarsa, sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya penguatan ideologi sebagai landasan berpikir dan bertindak dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Menurutnya, Pancasila harus senantiasa menjadi dasar utama dalam setiap proses penyelenggaraan negara, termasuk dalam perumusan kebijakan publik di berbagai sektor. Hal ini dinilai penting agar arah pembangunan nasional tetap berada dalam koridor jati diri bangsa.
“Konsistensi dalam mengamalkan Pancasila menjadi kunci menjaga persatuan dan arah pembangunan nasional,” ujar Agun.
Lebih lanjut, kegiatan ini juga memberikan pemahaman mengenai perbedaan Pancasila dengan ideologi lain seperti liberalisme dan sosialisme, khususnya dalam konteks kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Hal ini bertujuan memperkuat wawasan kebangsaan peserta agar lebih kritis dan berkarakter.
Selain itu, disampaikan pula materi terkait konstitusi negara, termasuk sistem ketatanegaraan, hierarki peraturan perundang-undangan, serta struktur dan fungsi lembaga-lembaga negara. Pemahaman ini diharapkan dapat meningkatkan literasi kebangsaan dan kesadaran hukum masyarakat.
Kegiatan juga menyoroti implementasi kebijakan nasional, termasuk pelaksanaan agenda prioritas pemerintahan Asta Cita, khususnya pada penguatan ideologi Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia sebagai fondasi pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Dapil Jawa Barat X, Agun Gunandjar Sudarsa menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jangkauan sosialisasi 4 Pilar MPR RI kepada masyarakat di berbagai daerah.
“Kami berharap nilai-nilai 4 Pilar tidak hanya dipahami, tetapi juga diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari sebagai pedoman berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.