Kabargolkar.com - Anggota Komisi IX DPR Yahya Zaini mengapresiasi capaian vaksinasi nasional Covid-19 saat ini,berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga Kamis 3 Maret 2022 pukul 18.00 WIB, sebanyak 146,305,278 orang menerima vaksin dosis kedua atau setara 70,25%.
Yahya Zaini menjelaskan kondisi capaian vaksinasi tersebut membawa Indonesia mencapai kekebalan komunitas.
"Terbukti meski insidensi Omicron lebih tinggi, tapi sebagian besar ringan-sedang yang tidak membutuhkan dirawat di rumah sakit, angka kematian juga lebih rendah,”.
Menurut dia, dengan melihat data capaian vaksinasi tersebut, tidak ada keraguan lagi pemerintah untuk segera menyiapkan skenario secara bertahap dari pandemi ke endemi agar pemulihan ekonomi segera terjadi.
Menurut Yahya, capaian vaksinasi nasional itu merupakan kerja keras pemerintah pusat, pemda, dibantu TNI, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).
“Kita harus bangga dalam pencapaian vaksin Indonesia menempati rangkin ke-4 di dunia. Ini merupakan prestasi yang patut dihargai dan diacungi jempol,” kata Yahya Zaini.
Namun demikian, menurut dia, capaian vaksinasi yang lebih tinggi lagi harus dikejar, terutama untuk lansia.
“Karena capaian untuk vaksin lansia baru mencapai 70,17 % untuk dosis pertama dan 45,36 % untuk vaksin kedua dan baru sekitar 20 provinsi yang capaian vaksin lansianya di atas 60 %,” jelasnya.
Yahya juga berharap penentuan peralihan status pandemi ke endemi harus dilakukan dengan cermat dan hati-hati serta mempertimbangkan pendapat dari para pakar, khususnya pakar epidemologi.
“Jangan sampai Covid-19 nya masih naik, lalu kita menentukan status endemi. Sehingga pada akhirnya masyarakat yang dirugikan,” imbuhnya.
Karena, kata dia, peralihan status akan merubah strategi dan kebijakan penanganan pandemi, termasuk anggarannya.
“Kita perlu mengambil pelajaran dari negara-negara yang sudah menentukan status endemi dan negara-negara yang belum menentukan status endemi. Apa saja faktor-faktor yang menjadi penentunya, karena setiap negara berbeda ketahanan kesehatannya,” ucapnya.