Kabargolkar.com - Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar Mukhamad Misbakhun terus memantau pergerakan harga sembako, menjelang Bulan Ramadhan.
Anggota Komisi XI DPR RI meminta pemerintah, agar mampu mengantisipasi dan mengontrol lonjakan harga pangan selama puasa hingga lebaran nanti.
"Jangan sampai menjelang puasa konsentrasi orang bukan ke ibadah tapi kepada lonjakan harga," kata Misbakhun dalam keterangan persnya, saat mengisi acara Economic Challenges, Kamis (31/3/2022).
Sekjen DEPINAS SOKSI ini menilai, kondisi dunia sekarang ini sedang dihadapkan dengan pemulihan ekonomi.
Sehingga, kata Misbakhun, akan terjadi votalitas harga pangan karena permintaan meningkat begitu besar.
"Kemudian situasi politik dunia juga mempengaruhi berbagai aspek hingga mebuat lajut logistik perdagangan terganggu. Pemerintah harus mengantisipasi dari sisi regulasi dan kemudian distribusi ke masyarakat," ucapnya.
Tak sampai disitu, pria yang hobi berlari dan bersepeda ini mengungkapkan, saat ini berbagai harga kebutuhan pokok mulai menanjak naik.
"Hingga saat ini permasalahan minyak goreng belum kunjung selesai. Pemerintah harus melakukan koordinasi diberbagai lini untuk menangani masalah tersebut," tegasnya.
Menurutnya, jika memang harus melaksanakan impor untuk stabilisasi harga dan pasokan pangan, maka pemerintah harus berhati-hati dalam memenuhi kebutuhan pangan tersebut.
"Antisipasi ini yang tidak boleh kemudian terganggu mana yang kebutuhan kebutuhan dipenuhi oleh produksi dalam negeri dan mana yang diimpor ini harus benar-benar diamankan," ungkapnya.
Masalah kenaikan hingga kelangkaan pangan tersebut tak bisa diselesaikan masing-masing, harus dilakukan koordinasi baik ditingkat perdagangna, pemerintah bahkan sektor fiskal harus berkoordinasi menyelesaikan permasalahan kebutuhan pokok.
"ini harus dikumpulkan kemudian orkestrasinya gimana?," tutupnya.