Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Melki Laka Lena Gandeng BKKBN NTT Kampanye Percepatan Penurunan Stunting
  Administrator   06 April 2022
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berbicara dalam kampanye percepatan penurunan stunting di Aula Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin (4/4/2022). (Photo:Igo/SelatanIndonesia)
non pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarkat, LSM, pergurunan tinggi, kita libatkan semua. Kami sudah tandantangan MoU dengan Undana terkait percepatan penurunan stunting juga dengan tokoh – tokoh lain. Hasilnya sema berkomitmen untuk bersama – sama bekerja menurunkan stunting,” ungkap Marius.

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Emanuel Melkiades Laka Lena ketika berbicara dalam kampanye percepatan penurunan stunting di Aula Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Senin (4/4/2022). Foto:Igo

Marius juga menyebutkan bahwa perguruan tinggi dan mahasiswa memiliki dua peran penting untuk mempercepat penanggulangan stunting di NTT.

“Kami memandang bahwa perguruan tinggi dan mahasiswa – mahasiswa memiliki dua peran terkait percepatan penurunan stunting. Yang pertama perguruan tinggi sebagai sumber pengetahuan untuk melakukan kajian, penelitian untuk kami bisa dapatkan hasil kajian lebih bagus, lebih imiah tentu kami berharap itu dari perguruan tinggi. Yang kedua di perguruan tinggi ada mahasiswa, mereka sebagai sasaran daripada upaya percepatan penurunan stunting terkait dengan upaya preventif atau pencegahan. Ketika melakukan kegiatan di lapangan bersama masyarkat kita harapkan betul mereka melakukan edukasi kepada masyarakat sekaligus menjadi contoh dan teladan,” jelasnya.

Marius juga berharap agar perguruan tinggi terutama Undana memasukan isu kependudukan, KB dan kesehatan reproduksi dalam kurikulum pendidikan, khususnya terkait dengan merdeka belajar dan kampus merdeka. Dalam kesempatan ini juga, Marius menyebutkan bahwa NTT Sulit meraih bonus demografi sampai tahun 2035.

“Sesuai dengan proyeksi dari Bapenas dan BPS, NTT sampai tahun 2035 tidak mendapatkan bonus demografi. Indoensia sudah masuk bonus demorgrafi karena dependency ratio (rasio ketergantungan) sudah sampai pada 49 per 100. Tetapi NTT, dependency ratio masih 69 per 100. Syaratnya harus dibawah 50 per 100. Selain itu kualits SDM harus bagus, memiliki pekrejaan dan memiliki pendapatan yang tinggi serta peran perempuan yang harus didorong masuk ke bursa kerja untuk meningkatkan pendapatan,” jelasnya.

Sedangkan Dr. Ir. Damianus Adar, M.Ec saat membawakan materi diversifikasi pangan lokal untuk penangan stunting mengatakan bahwa diversifikasi pangan atau modifikasi pangan lokal sangat diperlukan untuk mengurangi stunting yang saat ini masih menjadi masalah di Indonesia. Ia menyebut, pola makanan kurang gisi salah satu sandarannya adalah pangan lokal. Ia mengusulkan agar ada pilot project untuk pangan local beberapa desa stunting di NTT.

Rektor Undana, Dr. drh. Maxs U. E. Sanam, M.Sc, dalam sambutannya mengatakan saat sebagai tanggung jawab sebagai insan akademik maka Undana sudah saat nya melakukan aksi rill menggunakan semua mekanisme, semua pola, semua kompetensi kapasitas yang dimiliki untuk berkontribusi langsung dalam mengatasi persolan stunting.

“Bahwa Undana siap. Sudah saatnya kita eksen riil di lapangan. Ini tanggung jawab moril kita sebagai insan akademik. Cukuplah sudah saat ini kita berada di dalam situasi, kita sebagai juara nasional stunting ini. Ini karena pendidikan kita rendah, miskin lagi dan ini saling melilit sana sini. Siapa lagi yang bertanggung jawab untuk ini. Kita harus bertanggung jawab. Kita rubah sejarah ini. Suatu saat kita tidak ada lagi , NTT ini sudah tidak dilihat lagi sebagai juara stunting atau juara segala macam,” tutup rektor.

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.