Jakarta, 30 Januari 2015– Anggota Komisi VI DPR RI, Sumarjaya Linggi, menyoroti tantangan yang dihadapi Indonesia dalam menarik investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI). Menurutnya, salah satu faktor utama pertumbuhan ekonomi adalah investasi asing, namun Indonesia masih tertinggal dibandingkan negara-negara lain di ASEAN karena dinamika politik yang belum stabil.
"Secara teori, pertumbuhan ekonomi kita salah satunya ditopang oleh foreign direct investment (FDI). Namun, Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menarik investasi karena faktor politik kita kalah bersaing dengan negara-negara ASEAN lainnya," ujar Sumarjaya dalam sebuah diskusi.
Ia menjelaskan bahwa pola investasi global telah mengalami pergeseran. Dahulu, Jepang menjadi tujuan utama investasi, lalu bergeser ke Tiongkok, dan kini mulai merambah kawasan ASEAN. Sayangnya, Indonesia masih kesulitan menjadi destinasi utama investasi karena ketidakpastian politik dalam lima tahun ke depan.
"Oleh karena itu, pemerintah berinisiatif untuk membangun kepercayaan investor agar mereka lebih yakin menanamkan modalnya di Indonesia. Inisiasi ini sangat penting untuk memastikan bahwa investasi asing dapat terus masuk dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional," tambahnya.
Sumarjaya menilai bahwa kehadiran lembaga seperti Badan Promosi Investasi (BPI) memiliki peran strategis dalam meningkatkan kepercayaan investor terhadap Indonesia. Dengan adanya kebijakan yang lebih jelas dan kepastian politik yang lebih kuat, diharapkan Indonesia dapat bersaing lebih baik dalam menarik investasi di kawasan ASEAN.
"Pemerintah perlu menunjukkan arah politik yang lebih pasti dalam lima tahun ke depan. Ini menjadi faktor krusial agar kita tidak tertinggal dalam persaingan investasi di ASEAN," pungkasnya.