kabargolkar.com, JAKARTA - Seni bela diri yang berasal dari Indonesia atau dengan pencak silat telah diakui dan ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNISCO sejak 12 Desember 2019.
Pecak silat sudah tidak diragukan lagi gaungnya, baik di kancah Nasional atau Internasional. Bahkan beberapa pencak silat sudah banyak dipelajari di belahan dunia.
Kita sebagai bangsa Indonesia yang mewarisi seni budaya ini patut merasa bangga dan juga berupaya melestarikannya tanpa melihat asal-muasal setiap aliran. Karena setiap aliran pencak silat memiliki kelebihan dan kekurannya sendiri.
Dikutip dari instagram @dpdri, Kamis 17 Maret 2022, DPD RI menerima kedatangan organisasi Perkumpulan Pendekar Pencak Silat Indonesia (PPPSI).
Pada pertemuan itu terdapat usulan untuk memasukkan pencak silat ke dalam kurikulum sekolah, dari tingkat dasar hingga menengah bahkan hingga perguruan tinggi.
Atas usulun tersebut, Wakil Ketua DPD RI , Mahyudin menyambut hangat dan mendukung aspirasi para insan pencak silat.
Mahyudin akan menampung aspirasi dan tentunya dikaji terlebih dahulu. Sebab, sejak dahulu pencak silat sudah masuk ke sekolah-sekolah, sekalipun melalui kegiatan ekstrakurikuler.
“Kamis siap menampung aspirasi dan tentu akan kami tampung. Pastinya, sejak dulu, memang bisa masuk ke sekolah-sekolah melalui pelajaran ekstrakurikuler. Apalagi pencak silat merupakan warisan budaya asli seluruh daerah di Indonesia,” ucapnya.
Selain itu, Mahyudin juga berpesan supaya pencak silat dapat dijaga dengan baik dan juga dilestarikan, sehingga tidak lagi terjadi peristiwa klaim oleh negara lain.