Rahadian Ratry menyatakan dengan kejadian kecelakaan kereta kerja ini pihaknya berjanji melakukan evaluasi menyeluruh pada standar prosedur kerja, khususnya pada pengerjaan pemasangan rel.
"KCIC akan melakukan evaluasi menyeluruh atas SOP pemasangan rel, dan SOP Pekerjaan lainnya, serta memastikan segenap pekerjaan yang dilakukan kontraktor KCJB mengimplementasikan aspek Safety, Security, Health and Environment (SSHE) pada setiap aktivitas kerja," kata Rahadian Ratry.
Dia menyebutkan saat ini pembangunan stasiun dan pemasangan subsistem perkeretaapian di area Kereta Cepat Jakarta-Bandung sudah kembali dilanjutkan sesuai prosedur dan jadwal yang telah ditetapkan.
Pihaknya juga akan melakukan investigasi mendalam soal kejadian ini dengan bekerja sama dengan pihak yang berwenang.
"PT KCIC melakukan koordinasi bersama dengan pihak terkait untuk menangani kejadian ini. PT KCIC mendukung penuh proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang," pungkas Rahadian Ratry.
5. Ada Korban Jiwa
Dari laporan terakhir KCIC, ada setidaknya 6 orang korban dalam insiden ini. Dari 6 orang, 2 di antaranya meninggal dunia.
Rincinya, Dirut KCIC Dwiyana Slamet Riyadi memaparkan ada 2 orang yang meninggal dunia, 2 orang lagi luka sedang atau berat, dan 2 orang sisanya mengalami luka ringan. Untuk korban luka saat dirawat di RS Santosa Bandung, sedangkan korban luka ringan sudah diperbolehkan untuk pulang.
"Semuanya merupakan teknisi dari kontraktor Sinohydro dan berwarga negara Tiongkok (China). Kami memastikan bahwa korban akan mendapatkan perawatan insentif," ungkap Dwiyana dalam unggahan video di Instagram resmi @keretcepat_id.
"Kami mengucapkan belasungkawa dan duka yang sedalam-dalamnya untuk keluarga korban meninggal dunia," lanjutnya.