Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Menko Luhut Tinjau Produksi Udang, Pengolahan Sampah, Hingga Kesiapan Fasilitas untuk KTT G20 di Bali
  Administrator   26 Februari 2022
mengungkapkan kedatangannya ini untuk meninjau kesiapan fasilitas rumah sakit menyambut KTT G20 dan pembukaan Bali untuk wisatawan asing.

“Untuk fasilitas seperti kamar rawat inap, IGD, dan ICU akan dipastikan siap menerima pasien,” ungkapnya.

Menko Luhut juga menyampaikan bahwa Bali akan segera dibuka untuk wisatawan. “Kemungkinan bisa lebih cepat dari 1 April, tapi saya rasa kita tidak perlu terburu-buru, kita akan lihat datanya di lapangan, kalau memang ada perbaikan maka bisa segera kita buka,” jelasnya.

Sebelumnya telah diadakan konsep travel bubble di beberapa hotel di Bali, dan wisatawan senang terhadap hal tersebut. Nantinya untuk wisatawan asing datang ke Bali akan dilakukan bebas karantina, dengan memastikan telah membawa hasil tes PCR negatif dan ketika dilakukan tes ulang sesampainya di Bali pun tetap negatif.

“Yang jelas untuk semua peraturan akan kita buat dan rancang dengan baik. Negara ini harus belajar untuk mengukur segala sesuatu berbasiskan data, oleh karena itu keputusan pembukaan wilayah Bali ini juga akan menyesuaikan dengan data kesehatan yang berada di lapangan,” ungkap Menko Luhut.

Menko Luhut Pastikan Bali Akan Bersih Bebas dari Sampah

Tak hanya mengunjungi kedua lokasi tersebut, Menko Luhut juga meninjau 2 (dua) Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) di Bali, yakni TPST Padang Sambian dan TPST Mengwitani. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan Bali bebas dari sampah.

“Sampah dari TPS Sarbagita akan dikelola di TPST yang akan kita bangun ini untuk segera mengurangi sampah yang ada di bali,” ungkap Menko Luhut.

Teknologi yang akan digunakan di TPST ini adalah Refused Derived Fuel (RDF) seperti yang sebelumnya telah dikembangkan di Cilacap. Diketahui akan ada sekitar 820 juta ton sampah perhari yang dikelola untuk dijadikan bahan bakar. “Kita targetkan pembangunan ini selesai di Juli akhir dan bulan September bisa segera mulai beroperasi,” jelasnya.

Menko Luhut juga meminta kelembagaannya diatur dengan baik karena hasil pengelolaan sampah ini bisa menghasilkan berbagai macam produk. “Hal ini juga menambah UMKM dan bagus sekali untuk mengembangkan ekonomi masyarakat sekitar,” tegasnya.

Pembangunan TPST ini juga menjadi salah satu persiapan untuk menyambut KTT G20 dan menuntaskan berbagai pekerjaan yang tertunda. “Kita harap dalam Oktober atau November, Bali akan menjadi kota yang lebih bersih,” tambah Menko Luhut.

Selanjutnya perjalanan dilanjutkan ke kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai. Di sana Menko Luhut meninjau kawasan Mangrove yang akan disiapkan untuk KTT G20. “Pembangunan kawasan mangrove ini menjadi hal penting, karena ini akan menjadi showcase untuk para Leaders dalam rangkaian pertemuan KTT G20 nanti,“ pungkasnya.

“Saya senang dengan progress persiapannya dan yakin selesai tepat waktu. Kita juga akan memanfaatkan energi terbarukan untuk mendukung pembibitan mangrove disini, begitu juga dengan fasilitas pendukung lainnya untuk G20 ini,” tambah Menko Luhut.

Wakil Menteri LHK, Gubernur Bali dan Pejabat dari Kemen PUPR serta PLN turut mendampingi Menko Luhut dalam kunjungan tersebut.

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.