"Menurut data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI, total realiasi investasi Bahrain di Indonesia periode 2014-2019 mencapai USD 1,59 juta dengan jumlah 13 proyek, yaitu 8 proyek sektor industri, kimia dan farmasi, dan 5 proyek sektor perdagangan dan reparasi. Sebaliknya, belum terdapat investasi Indonesia di Bahrain. Melihat masih banyaknya peluang investasi di Indonesia, kita meminta bantuan Yang Mulia Duta Besar untuk mendorong lebih banyak investasi Bahrain di Indonesia, memanfaatkan momentum Omnibus Law Penciptaan Lapangan Kerja dan pertumbuhan berkelanjutan dari berbagai potensi kawasan," terang Bamsoet.
Wakil Ketua Umum FKPPI/Kepala Badan Bela negara FKPPI dan Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini turut mengapresiasi jumlah wisatawan dari Bahrain ke Indonesia selalu mengalami peningkatan. Dari 2.151 wisatawan pada tahun 2016, menjadi 2.571 pada tahun 2019. Indonesia memiliki begitu banyak potensi dan destinasi wisata yang sangat diminati wisatawan asal Bahrain. Misalnya, wisata alam berupa pemandangan alam atau pegunungan dengan vegetasi hijau; dan wisata air seperti pantai, diving, snorkling atau para sailing serta wisata belanja.
"Indonesia juga memiliki banyak destinasi sport automotive tourism. Pada 18-20 Maret 2022, Indonesia akan menjadi tuan rumah MotoGP di Pertamina Mandalika International Street Circuit, di Lombok, NTB. Sirkuit Internasional Mandalika telah diakui sebagai sirkuit yang memiliki panorama alam paling indah di dunia. Begitupun dengan Lombok yang terkenal sebagai salah satu surganya pecinta wisata pantai. Dalam waktu dekat, Indonesia juga akan melakukan ground breaking pembangunan Sirkuit Internasional Batam, yang kelak bisa digunakan untuk menyelenggarakan Formula 1. Sama halnya seperti Bahrain yang telah menjadi tuan rumah berbagai kejuaraan otomotif dunia seperti Formula 1 hingga World Endurance Championship," pungkas Bamsoet.