Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Ekonomi Menjadi Tantangan Terbesar Indonesia di Tahun 2023
  Han   10 Desember 2022
Gredit photo/republika.id

Wacanaonline.com- Indonesia menyelesaikan tugasnya sebagai presidensi pertemuan 20 perekonomian terbesar di
dunia atau G-20 tahun ini. Tahun depan, Indonesia mendapat giliran sebagai ketua Asosiasi Negara-Negara Asia Tenggara (ASEAN). 

Posisi Indonesia sebagai ketua ASEAN akan dibayangi resesi, gejolak geopolitik akibat perang Rusia di Ukraina, ketegangan di Selat Taiwan dan Semenanjung Korea, serta pemulihan pandemi tidak secerah yang diperkirakan. Tahun 2023 akan membuktikan kemampuan Indonesia berlayar di antara berbagai tantangan. 

Pada kuartal ketiga Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,72 persen, lebih tinggi dari kuartal sebelumnya, 5,44 persen. Pertumbuhan ini diikuti naiknya indeks kepercayaan konsumen Oktober 120.30 poin, lebih tinggi dari September yang 117.20 poin. 

Namun, rupiah belum menunjukkan tanda-tanda positif dan masih cenderung datar. Pada awal November ekonom senior dari Capital Economics, Gareth Leather, juga mengatakan kemungkinan pertumbuhan Juli sampai September 2022 menjadi yang terbaik yang bisa Indonesia capai. 

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia cepat di kuartal ketiga, tapi tampaknya ini yang paling bagus yang bisa didapat, kami memperkirakan turunnya harga komoditas, kebijakan moneter yang lebih ketat, dan naiknya inflasi menyeret pertumbuhan pada kuartal selanjutnya," kata Leather. 

Ia mengatakan, ekspor tampaknya masih kesulitan dalam menghadapi jatuhnya harga komoditas di tengah perlambatan pertumbuhan global. Saat ini, Indonesia yang merupakan eksportir komoditas besar mendapat manfaat dari kesenjangan rantai pasokan yang disebabkan perang di Ukraina. 

Namun, outlook atau prediksi pertumbuhan ekonomi lembaga keuangan Goldman Sachs yang dirilis pada 17 November lalu berpendapat berbeda. Laporan itu menyebutkan, Asia Tenggara dapat menikmati posisi geopolitiknya yang istimewa pada 2023. 

Oxford Economics yang memprediksi perekonomian enam negara Asia Tenggara (ASEAN), yakin Indonesia, Malaysia, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam akan menjadi yang terbaik di kawasan pada tahun ini. PDB negara-negara itu rata-rata 5,9 persen. 

"Mencabut peraturan Covid-19 dalam negeri dan membuka kembali perjalanan lintas perbatasan telah menyuntikkan kekuatan lebih lanjut pada sektor jasa," kata ekonom wilayah Asia di Oxford Economics, Sian Fenner.

Baru Komitmen

Pengajar Hubungan Internasional Universitas Indonesia Raisa Maisa mengatakan, keberhasilan menyelenggarakan forum G-20 tidak memberikan jaminan Indonesia dapat mengarungi tahun depan dengan mulus. 

"Dalam penyelenggaraan sukses, Indonesia secara keseluruhan berhasil menempatkan diri sebagai negara yang sukses menyelenggarakan pertemuan G-20. Tapi agak tidak fokus," ujar Maisa kepada Republika, beberapa waktu yang lalu. 

Menurut Raisa, fokusnya G-20 itu finansial. Itu yang harus diperhatikan, ekonomi digital, perbankan, finansial, itu yang seharusnya menjadi fokus.

Di G-20 lalu, Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden berjanji membantu Indonesia untuk mengurangi ketergantungannya pada batu bara dengan dana sebesar 20 miliar dolar AS. Maisa mengatakan, Indonesia harus mencari tahu apa yang selanjutnya perlu dilakukan.

"Itu masih komitmen, belum MoU (memorandum of understanding) belum, apalagi perjanjian. Yang harus dipertanyakan adalah transformasi, sementara sumber ekonomi Indonesia masih batu bara

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.