Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Ketum Jarnas Prabowo-Gibran : “Gas Bersubsidi Harus Sampai ke Tangan Masyarakat Kecil, Bukan ke Sekelompok Mafia Gas”
  Han   07 Februari 2025
Ketua Umum Jaringan Nasional Prabowo Gibran, Nasarudin bersama Menyeri ESDM Bahlil Lahadalia
Jakarta - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memberlakukan kebijakan baru berupa penjualan gas 3kg bersubsidi dapat melalui subpangkalan.
 
Adapun kebijakan tersebut adalah sebagai upaya untuk mengantisipasi mebludaknya antrean pembelian gas 3kg bersubsidi di pangkalan akibat larangan penjualan di tingkat pengecer.
 
Ketua Umum Jaringan Nasional (Jarnas) Prabowo - Gibran, Nasarudin mengatakan dukungan penuh terkait kebijakan tersebut. Ia menilai kebijakan tersebut adalah langkah strategis untuk memastikan subsidi tepat sasaran dan memberantas mafia gas yg selama ini memainkan harga dan volume distribusi.
 
"Kita harus mendukung langkah berani ini. Menteri ESDM sedang membantu rakyat kecil agar subsidi Gas Elpiji benar-benar sampai ke mereka, bukan ke tangan para spekulan," kata Nasarudin dalam keterangan tertulisnya, kamis (6/2/25).
 
Nasarudin menilai kebijakan tersebut bertujuan menertibkan rantai distribusi agar lebih trasnparan. Ditambah lagi harga gas 3kg bersubsidi kerap naik drastis ketika sampai di tingkat pengecer.
 
"Bayangkan, pemerintah sudah menggelontorkan Rp 87 triliun per tahun untuk subsidi LPG. Tapi karena ulah oknum-oknum ini, rakyat tetap harus membeli dengan harga mahal. Ini jelas kejahatan yang harus dihentikan," tegas Nasarudin.
 
Lebih lanjut, Nasarudin menilai bahwa sebetunya langkah Presiden Prabowo yang memperbolehkan pengecer atau sub pangkalan menjual Gas 3kg bersubsidi sejalan dengan kebijakan yang diambil oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.
 
"Pemerintah sedang menata agar subsidi benar-benar sampai ke masyarakat yang berhak. Selama ini, harga seharusnya hanya Rp12.750 per tabung, tapi faktanya rakyat harus membayar lebih mahal. Ini yang sedang dibereskan," kata Nasarudin.
 
Menanggapi masalah isu yang beredar mengenai kelangkaan gas 3kg bersubsidi ditengah kebijakan ini, Nasarudin menyatakan bahwa pasokan gas ditingkat pangkalan sebelum kebijakan tersebut sampai saat ini terhitung sama, dan tidak ada perbedaan.
 
"Jika kesulitan yang dimaksud adalah antrian panjang di pangkalan, maka itu wajar karena masyarakat yang selama ini membeli di pengecer kini harus beralih ke pangkalan," tegasnya.
Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.