Refleksi Hari Buruh: Lembut, Kuat, dan Bermakna
Hari Buruh bukan hanya tentang demo atau seruan keras. Bagi perempuan, ini adalah hari untuk mengingat bahwa kerja-kerja yang dilakukan dengan tangan lembut, hati hangat, dan pikiran tajam juga adalah bentuk perlawanan terhadap ketidaksetaraan.
Karena ketika perempuan diberdayakan—bahkan dari ruang sekecil meja makan rumahnya—maka perubahan yang terjadi bukan hanya soal pendapatan, tetapi juga martabat, kemandirian, dan transformasi sosial yang mengakar.
“ Karena pada akhirnya, Hari Buruh adalah milik semua yang bekerja. Termasuk mereka yang bekerja dari rumah, dengan cinta yang produktif, dan semangat yang revolusioner “.
Ditulis oleh: Irma Mayang Sari
(Pengurus BSNPG & PP KPPG)