Wacanaonline.com - Luhut Binsar Pandjaitan memandang partainya seperti menjual diri ke banyak pihak. Pernyataan itu disampaikan ketika dimintai menanggapi terkait posisi Golkar dalam percaturan politik menjelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 oleh Pemimpin Redaksi Kompas TV, Rosianna Silalahi.
Mulanya, Rosi menyinggung keberadaan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari PAN, PPP, dan Golkar.
Namun, nasib koalisi itu tidak jelas karena PPP sudah bergabung dengan PDI-P dan mengusung Sandiaga Uno sebagai Bakal Calon Wakil Presiden (Bacawapres).
Adapun PAN mengusung Erick Thohir dan tengah cawe-cawe ke PDI-P dan Partai Gerindra.
Di sisi lain, Golkar juga merupakan partai parlemen dengan suara terbanyak kedua pada Pemilu 2019.
"Bahkan ketika Golkar ingin ke PKB dijawab PKB, ya Golkar silakan bergabung tapi jadi timses (tim sukses). Golkar tersinggung enggak?" tanya Rosi kepada Luhut dalam talk show di YouTube Kompas TV.
"Makanya saya bilang itu, ya, kita enggak boleh, ini partai nomor dua loh. Kita ini jadi seperti jual diri ke mana-mana," jawab Luhut.
Ketua Dewan Penasihat Partai Golkar ini pun mengingatkan agar Partai Golkar menyatakan sikap dengan tegas dalam merapatkan ke koalisi tertentu.
Ia juga menekankan, Partai Golkar tak perlu ngotot mengusung Airlangga Hartarto sebagai Calon Presiden (Capres) ataupun wakil presiden (cawapres).
Menurutnya, jika kedua posisi itu tidak bisa didapatkan oleh Golkar dalam percaturan Pilpres 2024, partai berlambang beringin itu bisa menargetkan tujuan lain.
"Kan masih ada yang lain yang bisa dibenahi, perkuatlah di parlemen. As simple as that (sesederhana itu)," ujar Luhut.
Sebelumnya, Partai Golkar dikabarkan tengah diguncang perpecahan.
Sejumlah elite partai mendorong digelarnya Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub), mencopot Airlangga Hartarto dari kursi ketua umum.
Sejumlah pihak di internal Golkar diketahui tetap ngotot mengusung Airlangga baik sebagai calon presiden maupun calon wakil presiden meskipun elektabilitasnya rendah.
"Insya Allah kami optimis bahwa kami masih tetap, sampai hari ini, kami mencalonkan ketum kami Pak Airlangga Hartarto, baik sebagai Capres maupun Cawapres," ujar Ketua Pemenangan Pemilu DPP Partai Golkar, MQ Iswara, Jumat (19/5/2023).