Politik Nasional Politik Daerah Politik Parlemen Politik Luar Negeri Trending Topic Opini Politikus
Share :
Idrus Marham: Sang Maestro dan Ideolog Politik Golkar
  Han   13 Maret 2025
Idrus Marham, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar

Rikal Dikri Muthahhari

Kader Muda Nahdlatul Ulama

 

Nyaris jarang
ditemukan di abad supra modern ini, abad yang menggambarkan kecanggihan teknologi dan artificial intelligence dengan kekuatan hyper-connectednya, ada orang bicara tentang ideologi dan masa depan arah bangsa.

 

Apakah masih relevan "ideologi bersama" di tengah perkembangan manusia dari humanisme konvensional menuju humanisme modern/transhumanisme yang mana diwacanakan sebagai evolusi manusia modern yakni ketika entitas manusia bergerser dari entitas biologis menjadi entitas cyborg atau makhluk digital. Lagi-lagi apakah penting ideologi?

 

Secara politik, ekonomi, sosial, dan budaya perkembangan teknologi ini menggeser banyak peran manusia dan menciptakan tantangan baru dalam ketimpangan sosial, ini sangat bertentangan dengan Pancasila, tidak ada keadilan di dalamnya. Lalu apa yang kita harapkan dari abad supra modern ini.

 

Menjawab pertanyaan yang sulit dan kompleks ini, saya tertarik dengan gerakan kajian ideologi yang dibentuk oleh Idrus Marham, maestro politisi Golkat kawakan, yang berani mengambil posisi sebagai ideolog politik sebuah partai yang tak pernah tenggelam ditelan zaman, yaitu Golkar, it is very rare.

 

Pengajian rutin ideologi sesi pertama, Kamis, 06 Maret 2025 dibuka dengan sebuah pengantar yang cukup menyegarkan, ia mengutip kalam Tuhan, wa tawaashau bil haqqi wa tawashau bish-shabri, saling menasehati dalam kebenaran dan saling menasihati dalam kesabaran, selama berkiprah di partai Beringin tersebut, Idrus seringkali diterpa badai politik, terakhir badai itu memghendaki dirinya untuk dihabisi melalui skenario skandal proyek PLTU Riau-1 yang mana ia sama sekali tidak menikmati, bahkan menerima sekalipun dari gratifikasi itu, tidak pernah. Itu murni skenario politik! Bisa kita buktikan dalam perjalanan kasusnya.

 

Dia menyadari, bahwa dalam memperjuangkan kebenaran perlu adanya kesabaran pada titik inilah sosok Maestro itu memahami makna Marham yang sesungguhnya, dalam ayat lain Tuhan berbicara wa tawashau bish-shabri watawashau bil-marhamah, orang-orang beriman itu senantiasa berpesan dalam kesabaran dan saling berpesan dalam kasih-sayang. Artinya ada pesan Tuhan dan hamba-hambanya yang masih menaungi dia yakni pesan kasih-sayang, sehingga sampai saat ini dia masih eksis dan mengisi ruang-ruang diskusi, forum-forum intelektual, hadir sebagai ideolog di tengah krisis identitas partai Golkar.

 

Seorang sejarawan berkebangsaan Australia, David Reeve banyak mencatat sejarah Golkar, dalam bukunya "GOLKAR: Sejarah yang Hilang, Akar Pemikiran dan Dinamika", Reeve merekam bahwa ada simpul yang hilang dalam perjalanan Golkar, meskipun Reeve juga memuji Golkar sebagai Partai dengan mesin politik paling canggih. Apa saja simpul yang hilang itu?

 

Pada saat jatuhnya orde baru 1998, rezim Soeharto jatuh, tapi Golkar sama sekali tidak ikut tersapu badai, ia malah menjadi kekuatan politik utama pada pemilu pasca reformasi, ini adalah era baru Golkar, era di mana gagasan asli berdirinya Golkar kalah dengan gagasan barunya dengan semangat kepartaiannya, padahal aslinya anti-partai

Wacana Online adalah media resmi. kami memberikan layanan media online, media monitoring dan kampanye digital politik.
About Us - Advertise - Policy - Pedoman Media Cyber - Contact Us
©2022 Wacana Online. All Rights Reserved.